Schoove RangersThoughts

#SchooveRangersStory – Di Salah Satu Sudut Nusa Tenggara Timur

Di salah satu sudut Nusa Tenggara Timur, saya harus belajar banyak pada anak anak pesisir. Di tengah bising ombak yang bertabrakan dan menjadi buih, kami duduk dan saling bercerita.

Nelson bercerita tentang bagaimana penyu-penyu dimakan pada mulanya, lalu diselamatkan oleh kerjasama adat dan pemerintah. Hingga mereka sangat bersemengat sekali untuk melindungi penyu sebagai bagian dari ibu bumi. Dia juga bercerita bagaimana penyu muncul ketika awan terbelah memanjang sejajar ketika malam dan mereka berduyun duyun menyelamatkan telurnya.

Charles bercerita bagaimana kubai (mangrove) yang kurang disemai hingga dentuman suara keras kapal-kapal besar di malam hari yang sangat dekat dengan kampung mereka. Kapal tersebut menamakan kegiatannya pengukuran kedalaman laut di perairan antara Nusa Tenggara Timur dan Australia. Kabarnya ada sumber minyak bumi disana.

Vicky bercerita tentang kompleksitas kemiskinan masyarakat pesisir dengan berkaca kepada apa yang terjadi di keluarganya. Dia harus putus sekolah karena harus berkorban demi keluarga dan menyekolahkan kakaknya ke jenjang yang lebih tinggi. Harus pagi-pagi mulai menyiapkan diri untuk sekepal nasi.

Sementara saya hanya bercerita bahwa sekolah itu perlu, namun bukan satu-satunya tempat belajar. Belajar tak boleh berhenti, agar menjadikan kehidupan tetap lestari.
Setelah itu kawan-kawan berduyun duyun lari karena hujan turun setelah bertahun tahun tak pernah hujan. Kabarnya petani gembira akan tetes air ini.

 


Fariz Kukuh Harwinda – Belu, Nusa Tenggara Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *